Tips dan Trik,Desain Rumah,Tutorial Software,Tokoh Arsitek,Bahan Bangunan,Kesehatan,Struktur Bangunan,Pelaksanaan Bangunan,Metode Konstruksi,RAB,Schedule Project,Beton,Baja,Inspeksi Teknis,DVD DuniaRumah

Berlangganan Artikel

Ingin berlangganan artikel-artikel kami silahkan masukkan e-mail anda:

Artikel disusun oleh : Tim DuniaRumah

Cari Artikel

Pembangkit Listrik Bebas BBM

By Deddy http://deddysuhendry.web.id

Seperti yang telah kita ketahui bersama harga BBM dunia pada semester pertama tahun ini mengalami lonjakan yang sangat tinggi, dari $80 per-barel menjadi sekitar $120 - $130 per-barel, hal ini tentu saja berpengaruh besar pada kondisi dalam negeri kita, sampai akhirnya pemerintah menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan APBN, terlepas dari pro-kontra kenaikan harga minyak itu, dalam postingan kali ini saya ingin membahas alternatif listrik non-BBM.
Energi listrik yang berasal dari BBM, dalam hal ini pembangkitnya memakai BBM untuk beroperasi memang lebih banyak kekurangannya, beberapa diantaranya :

Kiat hemat penggunaan listrik

By Deddy
Krisis daya yang dialami PLN menyebabkan beberapa daerah mengalami pemadaman bergilir, krisis terjadi karena melambungnya harga BBM, sampai-sampai mr. presiden menggulirkan program hemat energi. Untuk mendukung upaya diatas tidak ada salahnya kita ikut berpartisipasi, walaupun dalam skala kecil, sebab menuruti kata-kata AA Gym, mulailah dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulailah sekarang…. Berikut beberapa tips hemat energi yang dapat kita terapkan dirumah (biasa dilakukan sehari-hari) :

Tips Bijak Menggunakan Lampu

Penggunaan lampu secara berlebihan dapat memboroskan energi. Marilah berhemat dari sekarang, supaya tagihan listrik tidak bengkak.
Tahukan Anda, lampu menyumbang 19% dari total tagihan listrik rumah. Nah, jika pemakaiannya bisa dihemat tentu tagihan listrik bisa lebih murah.
Bagaimana kiatnya? Begini nih:
  • Saat ini ada lebih dari 300 merek lampu berlabel hemat energi. Namun perlu diingat, tidak semua merek benar-benar hemat energi. Untuk itu jeli-jelilah memilih. Perhatikan dayanya. Lampu hemat energi berdaya kecil. Usia pakainya juga panjang. Rata-rata sampai 6.000jam. Untuk jenis lampu TL (Neon)gunakan kapasitor.
  • Budayakan "On-Off". Segera matikan lampu jika tidak dibutuhkan. Kita menyepelekan hal ini, padahal dengan cara sederhana ini, energi listrik yang bisa kita hemat cukup besar. Kebiasaan buruk ini harus dihilangkan.
  • Segera matikan lampu luar ruang, macam lampu taman, teras, carport, ataupun gazebo, jika cahaya matahari mulai tampak. Jika perlu, gunakan switch otomatis bersensor cahaya. Penggunaan saklar berpengatur waktu juga dapat dipertimbangkan.
  • Pada meja kerja pergunakan lampu duduk. Selain cahaya akan lebih fokus, penggunaan lampu untuk menerangi keseluruhan ruang dapat diminimalisasi. Pada lampu biasanya terdapat kaca penyebar atau armatur.
  • Selebihnya, jangan lupa membersihkan lampu berikut rumahnya secara berkala, agar sinar lampu menerangi secara optimal.
Penulis: Whery
Foto: Rai
Lokasi: Show Unit Puri Botanical Residence, Mega Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Home Appliances Semakin Canggih

Alat-alat elektronik ada hampir di setiap ruang di rumah Anda. Spesifikasi dan fungsinya tergantung kebutuhan dan selera.

Di zaman modern ini, kebutuhan akan home appliances atau perlengkapan rumah yang sesuai fungsi sangat diharapkan. Perabot-perabot rumah tangga ini dapat membantu terealisasikannya segala aktivitas di rumah tinggal. Ingin nonton film-film terbaru, kita tinggal pasang televisi dan video player, terus putar filmnya. Tak puas, kita bisa menambahkan perangkat audio yang suaranya bisa segarang suara bioskop.

Menurut Roki Djajadibrata, Product Manager PT Agis Electronic, home appliances dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu white goods dan brown goods. Pembagian ini dibedakan menurut fungsi.

White goods adalah peralatan yang setiap hari digunakan. Menurut dimensinya, white goods terbagi dua: besar dan kecil. Yang berdimensi besar, antara lain, kulkas, kompor, mesin cuci, dan air conditioner, sedangkan yang kecil, misalnya setrika, hairdryer, kompor portable, rice cooker, dan magic jar.

Brown goods adalah peralatan yang bersifat hiburan, sehingga tidak setiap saat digunakan. Yang tergolong brown goods, antara lain, perangkat audio video, seperti televisi, video player, juga perangkat hi-fi dan wi-fi.

Kedua kategori tadi sebetulnya juga dibedakan menurut pola pemenuhannya. Peralatan berkategori brown goods biasanya ada karena rasa "ingin", sementara white goods ada karena "kebutuhan". Dua kategori pemenuhan inilah yang antara lain berpengaruh pada cepat tidaknya perkembangan barang itu di pasaran.

Contoh, audio video. Peralatan ini masuk dalam kategori brown goods yang umumnya dibeli karena keinginan. Rata-rata orang memiliki rasa "ingin" serba lebih. Ketika seseorang telah memiliki televisi 21", misalnya, ia tidak "ingin" turun kelas, melainkan cenderung "ingin" naik kelas. Maka hamper setiap orang pun terus melirik televisi yang lebih besar dan canggih.

Produk-produk audio video terbaru juga dilirik untuk memenuhi keinginan tersebut. Ini berbeda dengan produk yang tergolong kategori white goods. Sekali membeli, biasanya orang akan memanfaatkannya hingga maksimal (rusak). Setelah itu, baru ia membeli lagi sebagai pengganti peralatan white goods yang rusak itu.

Mengikuti Tren

Meski ada peralatan yang berkembang lambat dan berkembang cepat, home appliances berkembang mengikuti tren, gaya hidup, dan kebutuhan. Desain dan fitur-fiturnya semakin beragam. Beberapa disesuaikan dengan gaya hidup di suatu kawasan.
Dalam menelurkan produk baru, produsen home appliances rata-rata melakukan survei pasar untuk mengetahui produk-produk yang dibutuhkan masyarakat. Kategori kitchen ware (peralatan dapur) misalnya, ada yang desainnya disesuaikan dengan gaya hidup dan pola hidup di suatu kawasan.

Sebagai salah satu produsen kitchen ware, Electrolux mengaku mendesain produk terbaru berdasar hasil survei tadi. Doddy Muntaha, Product Manager Kitchen Category Electrolux Indonesia, mengatakan bahwa perhatian Electrolux akan kebutuhan masyarakat setempat begitu besar. Asia menjadi salah satu incaran perusahaan yang berbasis di Swedia ini. Produk yang disesuaikan dengan karakter orang Asia ini, antara lain kulkas, kompor, cookerhood, dan oven.

Kulkas kami yang terbaru memiliki cantelan kresek, rak yang lebih fleksibel, dan deodoraizer pada setiap kompartemen. Ini ada karena karakter orang Asia yang sering memasukkan belanjaan langsung ke dalam kulkas. Begitu juga dengan hobs atau kompor. Rata-rata orang Asia memasak menggunakan penggorengan besar. Hal ini direalisasikan dalam ukuran tungku yang besar," kata Doddy.

Selain disesuaikan dengan kebutuhan, setiap kategori home appliances berkembang selaras dengan perkembangan teknologi. Televisi, misalnya, dengan adanya perkembangan teknologi, desainnya pun berkembang dari yang gemuk menjadi ramping, hinnga super slim. Layarnya pun berubah dari tabung ke liquid cristal display (LCD) dan plasma. Kualitasnya semakin tinggi karena televisi-televisi terbaru juga dilengkapi dengan teknologi gambar dan audio yang tercanggih. Gambar semakin halus dan "hidup", suara pun bahkan lebih merdu dari aslinya.

Aplikasi teknologi yang semakin canggih juga terlihat pada peralatan kebersihan dan pendingin ruang. Mesin cuci, selain menjalankan fungsi sebagai pencuci pakaian dan bahan tekstil lain, juga bertugas membasmi jasad renik yang merugikan. Konsumsi air tak banyak. Beberapa tipe telah dilengkapi dengan dryer atau pengering yang bisa membuat pakaian dan tekstil kering 100%. Hasil cucian pun semakin bersih dan tak kusut. *